BRANDING SMA NEGERI 1 SLAWI
BRANDING SMA NEGERI 1 SLAWI
SMAN 1 Slawi mengembangkan budaya sekolah yang peduli dan berwawasan lingkungan melalui program Adiwiyata.
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS) dilaksanakan secara terencana, terintegrasi dalam kebijakan sekolah dan pembelajaran, serta dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari warga sekolah.
Melalui perencanaan yang berbasis evaluasi diri sekolah dan identifikasi potensi serta permasalahan lingkungan, SMAN 1 Slawi memastikan setiap program lingkungan hidup memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan. Nilai-nilai kepedulian lingkungan diintegrasikan ke dalam kurikulum, RPP, dan modul ajar berbagai mata pelajaran sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Penerapan PBLHS tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan fisik, tetapi juga melalui pembiasaan sikap dan perilaku ramah lingkungan yang konsisten. Dengan komitmen bersama seluruh warga sekolah, SMAN 1 Slawi terus membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan sebagai identitas sekolah Adiwiyata
SMA Negeri 1 Slawi sebagai Sekolah Sehat Tingkat Paripurna adalah bukti nyata bahwa pendidikan yang berkualitas harus didukung oleh lingkungan yang sehat. Dengan komitmen yang kuat dan program yang berkelanjutan, SMA Negeri 1 Slawi tidak hanya mencetak generasi muda yang cerdas, tetapi juga sehat dan berkarakter. Sekolah ini menjadi teladan bagi institusi pendidikan lainnya dalam menciptakan sekolah yang benar-benar ramah kesehatan.
Sekolah Sehat di SMA Negeri 1 Slawi telah memberikan dampak positif yang nyata, di antaranya:
Meningkatkan kesehatan siswa sehingga mereka lebih semangat dan fokus dalam belajar.
Menurunkan angka ketidakhadiran siswa akibat sakit.
Membentuk kebiasaan hidup sehat yang terus diterapkan di luar lingkungan sekolah.
SMA Negeri 1 Slawi semakin meneguhkan diri sebagai sekolah yang konsisten menghadirkan lingkungan belajar sehat, aman, dan berkualitas. Hal ini tercermin dari branding sekolah sebagai Sekolah dengan PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) Aman, yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan secara nyata melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat.
Sejak tahun 2021, SMA Negeri 1 Slawi terpilih sebagai salah satu sekolah di Jawa Tengah yang mendapatkan intervensi Program PJAS dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang. Program ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas kantin sekolah serta edukasi keamanan pangan bagi seluruh warga sekolah. Dalam pelaksanaannya, sekolah mendapatkan pendampingan intensif dari berbagai institusi, yaitu Sanitarian/Nutrisionis Puskesmas Slawi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, serta Balai Besar POM di Semarang. Kolaborasi ini memastikan seluruh proses pembinaan berjalan komprehensif, mulai dari pengawasan bahan pangan, penerapan higiene dan sanitasi, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat.
SMA Negeri 1 Slawi Ditapkan sebagai Pionir Zona KHAS Kabupaten Tegal: Wujud Komitmen terhadap Kuliner Halal, Aman, dan Sehat
SMA Negeri 1 Slawi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada bulan Mei Tahun 2025, sekolah ini resmi ditetapkan sebagai Pionir Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Kabupaten Tegal. Penetapan ini diberikan langsung oleh Direktur Direktorat Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Bapak Putu Rahwidhiyasa. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa SMA Negeri 1 Slawi tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam penyediaan konsumsi pangan yang sesuai dengan standar kesehatan dan kehalalan.
Keberhasilan ini tentu tidak muncul secara tiba-tiba. SMA Negeri 1 Slawi telah lama konsisten menghadirkan Kantin Sehat sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga kesehatan warga sekolah. Pengelolaan kantin dilakukan dengan standar yang ketat, mulai dari aspek kebersihan, keamanan pangan, hingga memastikan seluruh produk jajanan memenuhi ketentuan halal. Dengan penetapan sebagai Pionir Zona KHAS, SMA Negeri 1 Slawi semakin diakui sebagai sekolah yang mampu menghadirkan sistem kantin berstandar nasional bahkan menjadi rujukan bagi sekolah lain.
Pada tahun 2024, SMA Negeri 1 Slawi memasuki babak baru dalam upaya memperkuat budaya kejujuran, transparansi, dan tata kelola pendidikan yang bersih. Komitmen ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan Nomor: 420/26306 Tentang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) , danSekolah Luar Biasa (SLB) Sebagai Penyelenggara Sekolah Berintegritas Provinsi Jawa Tengah. Surat tersebut menetapkan SMA Negeri 1 Slawi sebagai Sekolah Berintegritas, yang menjadi landasan formal pelaksanaan program pembangunan budaya integritas di lingkungan sekolah.
Penetapan tersebut lahir dari kebutuhan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bebas dari praktik pungutan liar, manipulasi data, serta berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Melalui SK tersebut, SMA Negeri 1 Slawi menetapkan struktur organisasi pelaksana, termasuk Penanggung Jawab, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, serta empat bidang utama yaitu Bidang Komitmen dan Regulasi, Bidang Pendidikan Antikorupsi, Bidang Budaya Antikorupsi dan Integritas, dan Bidang Publikasi dan Kerjasama.
Dengan penetapan tersebut, SMA Negeri 1 Slawi resmi menjadi sekolah yang berkomitmen untuk membangun lingkungan pendidikan yang jujur, peduli, transparan, dan bebas dari praktik yang bertentangan dengan nilai integritas. Tahun 2024 menjadi fondasi penting yang menegaskan identitas sekolah sebagai “Sekolah Berintegritas” dan titik awal perjalanan menuju budaya sekolah yang sehat, berkarakter, dan terpercaya.
SMA Negeri 1 Slawi berkomitmen menjadi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SPRA) dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta diskriminasi. Sekolah menjunjung tinggi pemenuhan hak anak melalui kebijakan, praktik pembelajaran, dan budaya sekolah yang menghargai martabat, pendapat, serta potensi setiap peserta didik. Seluruh warga sekolah didorong untuk membangun interaksi yang positif, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
Dalam implementasinya, SMA Negeri 1 Slawi mengintegrasikan prinsip ramah anak ke dalam kegiatan pembelajaran, layanan bimbingan konseling, serta tata kelola sekolah yang partisipatif. Sekolah juga melibatkan orang tua dan mitra terkait dalam upaya pencegahan perundungan, penguatan karakter, dan perlindungan anak. Melalui komitmen bersama ini, SMA Negeri 1 Slawi berupaya mewujudkan iklim pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik secara akademik, sosial, maupun emosional.
SMA Negeri 1 Slawi turut berpartisipasi dalam Program Nutrition Goes to School (NGTS) yang diinisiasi oleh SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Food and Nutrition). Program NGTS merupakan inisiatif regional yang mendorong sekolah dalam mengembangkan budaya kesehatan melalui pendidikan gizi, penerapan gaya hidup sehat, serta peningkatan kesejahteraan peserta didik secara menyeluruh. Melalui program ini, SMA Negeri 1 Slawi mengintegrasikan berbagai kegiatan gizi sehat, seperti edukasi gizi remaja, pembiasaan sarapan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta sosialisasi keamanan pangan dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
Komitmen SMA Negeri 1 Slawi dalam melaksanakan Program NGTS juga telah memperoleh pengakuan tingkat nasional dengan capaian tahap institutionalization. Capaian ini menunjukkan bahwa sekolah mampu mengelola dan menerapkan program NGTS secara mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari Gerakan Sekolah Sehat. Keberhasilan tersebut mencerminkan peran aktif sekolah dalam meningkatkan literasi gizi serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat, mendukung tumbuh kembang peserta didik, dan menunjang prestasi akademik.